Now I see the secret of making the best person, its grow in the air and to eat and sleep with the earth -Soe Hok Gie-
Tampilkan postingan dengan label MOLENTENG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MOLENTENG. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Agustus 2017


neva

Udah lama ga nulis nih, Jarinya jadi agak sedikit kaku. Tadinya males nulis selain tentang gunung-gunungan (padahal nulis tentang gunung pun males ada 10 draft ttg gunung yg ga dilanjutin, dan akhirnya lupa jalur, trek, catatan waktu dan posnya kemudian dihapus :D), well karena banyak temen yang nanya-nanya tentang Nusa Penida akhirnya saya inisiatif buat tulis pengalaman saya bulan Mei lalu disini.

Nusa Penida merupakan pulau terbesar dari tiga pulau lain yang terletak di Bali Tenggara, Dua pulau lain yaitu Pulau Nusa Lembongan dan Pulau Nusa Ceningan. Kedua pulau ini dihubungkan oleh jembatan legendaris, yaitu jembatan Kuning yang rubuh pada bulan Oktober lalu dan kembali di resmikan pada bulan Maret 2017, Yup sekarang kamu udah bisa selfie-selfie lagi di jembatan ini. Eh tapi maaf loh, untuk postingan kali ini saya cuma mau posting tentang Nusa Penida, Dua nusa lainnya akan saya ulas di lain waktu (itupun kalo malesnya ga kambuh).

Ok, Here we go...

--------------------------------

Saya dan sebut saja mantan pacar saya yang nyebelin Rahel Yosephine, berangkat dari Jakarta menuju pulau dewata menunggangi (njir) burung besi hijau. 
Tiba di pulau dewata, kami bergegas memesan uber car untuk mengantarkan kami ke daerah Renon, menuju penginapan yang telah kami booking sebelumnya di A****.com. Oh ya, saat itu pemesanan uber harus hati-hati, sehingga kami berdua berpura-pura menjadi kerabat si bapak Uber saling bersalaman tapi ga cipika-cipiki.

Sesampainya di Renon, kami kesulitan mencari penginapan karena navigasi dari g***le maps ngawur. Karena merasa sudah dekat dengan penginapan dan kasian melihat bapak uber, akhirnya kami berdua turun di depan Circle-K dan membeli peralatan pertempuran (sebut saja spaghetti dan nasi kari ayam yang dihangatkan dalam microwave dan cemilan cepuluh cebelas), setelah itu kami mengitari jalan sambil bertanya pada warga mengenai lokasi hotel. Oke, penginapan ada diujung jalan dan kami harus berjalan kaki cukup jauh, tidak ada angdes ataupun ojek bahkan tidak ada lampu jalan yang terang. Sekitar 20 menit berjalan sambil menghirup wangi dupa yang jujur bikin saya merinding, akhirnya kami sampai di penginapan.

Oh ya, kenapa kami memilih penginapan di Renon karena tidak begitu jauh dari pantai Sanur (padahal di sanur juga banyak penginapan), Kenapa pantai Sanur?, karena penyebrangan ke Nusa Penida dan Nusa lainnya tersedia di pantai ini. 


-Day 1-

Tepat pukul delapan waktu setempat, kami pergi menuju pantai sanur menggunakan uber car dengan tarif hanya 8k, oke kita berdua gak sekejam itu. Sebelumnya saya sudah pernah ke pelabuhan di pantai Sanur, jadi jadi ga perlu tanya lagi jalan masuk menuju pantai dari parkiran. Setelah sarapan di pelabuhan kami langsung menuju pelabuhan tempat kapal menuju Nusa Penida bersandar. Tiket Fast  Boad PP dipatok 200k/orang untuk wisatawan lokal dan 350k/orang untuk wisatawan mancanegara sedangkan untuk penduduk lokal hanya 150k/orang, biasanya para pelaku open trip (agen travel lokal) mendapatkan harga ini.

Tepat pukul 09.00 Wita kapal Maruti berangkat membawa kami menuju Nusa Penida, Perjalanan hanya membutuhkan waktu sekitar 30 - 45 menit. 

Tiba di Nusa Penida, kami menghubungi Bli Pareza yang kontaknya baru kami dapatkan beberapa jam sebelum keberangkatan ke Nusa Penida. Awalnya kami ingin mencari kendaraan secara on the spot namun karena panas nya naujubillahimindzalik, dan disekitar kami hanya terdapat penyewaan motor, saya langsung menghubungi bli Pareza yang sigap menjemput kami di dermaga (saya lupa nama dermaganya, namun semua kapal yang bersandar adalah kapal Maruti). Jalan-jalan kali ini saya ga mau naik motor karena panas banget, gerah banget dan ga mau capek.

neva
Fast Boad Maruti sedang leyeh-leyeh
Credit : Neva
Ga nunggu lama bli Pareza tiba dengan mobil grand max nya (rata-rata kendaraan mobil disini adalah grand max), Untuk yang jalan rame-rame saya saranin banget buat rental mobil + guide nya sekalian daripada panas-panasan dan nyasar naik motor, untuk tarif mobil + bensin + supir merangkap guide cuma 1.100K (Bisa Nego) untuk tour selama 2 day. Kemarin kami belum dapet penginapan jadi bli Pareza cariin penginapan disana, oh ya bli sama sekali ga ambil keuntungan karena tarif yang saya bayar ke pengelola penginapan lebih murah dibandingkan dengan yang ditawarkan beberapa situs booking hotel online. Selain itu bli juga nawarin buat nginap gratis di rumahnya di Karang Dawa, gak jauh dari Klingking beach. Sebenernya tawaran itu menggugah syekali, tapi berhubung karena tujuan kita adalah hanimun akhirnya kita tetep pilih penginapan. FYI nih, buat kamu yang pengen pake jasa bli Pareza, dia bisa pesenin tiket penyebrangan PP seharga 150K/orang (Bukan endorse, sumpah).

Destinasi 1. Klingking Beach/ Karang Dawa

Pantai klingking dengan pasir putihnya merupakan salah satu destinasi wajib untuk dikunjungi ketika ke Nusa Penida. Selain menawarkan keindahan, pantai ini juga masih sangat perawan. Selain itu, disini juga terdapat Klingking secret point surganya kang diving renang-renang gemez barengan manta, Yup Manta point itu ada disini.

Untuk turun ke bawah pantai ini, kita harus melewati ratusan anak tangga. Kalo ga mau capek seperti saya, cukup jepret-jepret dari atas, nyantai di bawah pohon nikmatin pemandangan mewah sambil minum Aqua.

*Biaya masuk mobil 10k

Neva
Klingking Beach
Credit : Neva
Pantai Klingking (Tolong abaikan modelnya ya)


Destinasi 2.  Pasir Uug / Broken Beach

Butuh waktu sekitar 1 sampai 1,5 jam untuk menuju broken beach dari pantai klingking, jalanan rusak dan kecil adalah alasan utama yang membuat perjalanan menjadi cukup lambat. Saat itu terfikir oleh saya, kenapa hampir di seluruh jalur menuju pantai itu berlubang?, saya tidak temukan jawabannya hari itu apalagi dari lelaki yang saat itu duduk disamping saya, dia cuma bisa nanya balik seolah tadinya saya cuma ngetes dia. Hari ini saya temukan jawabannya dari sebuah blog, Jurnaland.com katanya jalur menuju pantai banyak yang rusak karena kandungan garam di udara sangat tinggi, sehingga mengikis molekul pada benda padat, seperti aspal dan batu. Oke, saya ngaku kalo saya salah satu anak IPA gagal.

Kenapa pantai ini dinamakan "broken beach" karena salah satu tebing yang berada dipantai ini memiliki bolongan besar seperti terowongan ditengahnya.

Oh ya, masih di broken beach di sisi tebing yang lain jika beruntung kadang kita bisa melihat manta loh (saya ga kesana, panasee pol).

*Biaya masuk mobil 10k


Broken Beach
Credit : Neva

Destinasi 3. Angel's Billabong

Untuk menuju Angel's Billabong kita hanya perlu berjalan kaki selama 10 menitan dari Broken Beach. Hati-hati dalam berpijak karena banyak sekali karang mati yang runcing, selain itu di beberapa titik tebing-tebingnya cukup licin.

Ke Angels Billabong sayang banget kalo kamu ga renang, ada sensasi mendebarkan saat tiba-tiba ombak menghampiri kamu yang sedang asyik-asyiknya floating. wkwkkw (Tapi saya juga ga renang sih, berhubung ga ada yg renang kecuali satu orang bule).
neva
Angel's Billabong's
Credit : Neva

Destinasi 4. Crystal Bay


Dari Broken Beach menuju Crystal bay adalah perjalanan paling lama menurut saya, saya sempet tertidur sampe ngences-__-.

Sampe di Crystal Bay, Rencananya kita mau stay di penginapan Crystal Bay beach Bungalow dengan rate 500K/Night , tapi sayang banget Bungalow full. (Cek di tra****ka juga full, cuma saya berharap ada keajaiban wkwkkw). Kenapa saya pengen stay di pinggir pantai Crystal Beach, karena disini Sunset nya paling bagus. Selain itu kalo mau snorkling, juga start disini. Kalo kamu pengen Snorkling, disini banyak kapal dan pondok-pondok tempat penyewaan alat snorkling.

Karena udah terlalu cape (padahal masih sekitar jam tiga - empat) saya bilang ke suami untuk pergi cari penginapan lain yang di saranin bli sebelumnya, hilang hasrat saya buat nikmatin sunset saking ngantuknya.

Crystal Bay
5. Pelabuhan Toya pakeh

Karena kita muslim, Bli nyaranin kita untuk stay di penginapan sekitar Toya pakeh. Toya pakeh adalah kampung muslimnya Nusa Penida, jadi bakalan lebih mudah cari makanan halal.

Ternyata ga begitu jauh dari penginapan ada pelabuhan buat nikmatin sunset, setelah istirahat sebentar dan meletakkan barang bawaan kami minta diantar oleh bli ke pelabuhan untuk menikmati sunset.

Bli kami suruh kembali ke rumahnya, dan kami akan kembali ke penginapan dengan jalan kaki sambil cari makan. Di sekitaran penginapan ada warung yang menjual mie ayam Jakarta beserta baso dan pangsit, harganya cukup murah, bersih dan halal.




--------------------------------------


-Day 2-

Tepat pukul Delapan waktu setempat sesuai dengan permintaan saya, Bli Pareza menjemput kami ke penginapan untuk sarapan dan melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya.

Destinasi 6. Pura Goa Giri Putri

Menuju ke destinasi selanjutnya kami melewati pura dalam goa terbesar di Nusa Penida. Banyak larangan bagi orang penida untuk memasuki Goa ini. Salah satunya adalah bagi warga yang di desanya ada yang meninggal atau baru melahirkan tidak boleh memasuki pura goa giri putri. Selain itu wanita yang sedang menstruasi juga dilarang masuk.

Untuk memasuki goa ini, pengunjung akan diberikan selendang yang harus diikatkan ke pinggang. Peminjaman selendang ini tidak gratis (saya lupa berapa detail harga sewanya). Memasuki pura goa giri putri kita harus melewati banyak sekali anak tangga, sumpah saya lelah. Sesampainya di dalam komplek, ada warga yang tengah sembahyang jadi kami harus menunggu mereka selesai sembahyang baru boleh memasuki goa.

Masuk ke pura goa giri putri, kita harus mengisi buku tamu dan membayar 20K/orang. Sebelum masuk kita akan disucikan dulu sesuai kepercayaan mereka menggunakan air suci. Di dalam goa terdapat batu yang dipercaya tempat bersemayam para dewa dan juga banyak patung. Saat itu saya tidak menyelesaikan tour tersebut, karena takut. Ntah apa yang saya takutkan, pada aroma dupa pun saya merinding.

Sembahyang di depan pintu masuk Goa Giri Putri


Destinasi 7. Molenteng / Raja Lima / Rumah Pohon

Di sepanjang perjalanan menuju Molenteng, kita akan melewati garis pantai yang sangat panjang. di sepanjang jalan kita akan melihat para petani rumput laut menjemur hasil panen mereka.

Sesampainya di Molenteng kita harus membayar retribusi sebesar 10K/orang, disini terdapat penginapan berupa rumah pohon yang menghadap langsung ke laut. Pemandangannya paling juara menurut saya. Hanya saja untuk menginap di rumah pohon saya harus berfikir dua kali, soalnya sepi dan masih banyak pohon (seperti rumah tarzan menurut saya).

Untuk berfoto di sini, kita harus menuruni tebing yang cukup curam dan licin. Namun tidak perlu khawatir karena untuk menuju tempat terdapat tangga dan pegangan yang terbuat dari tambang.

Molenteng/ Raja Lima


Destinasi 8. Atuh Beach 

Puas menikmati keindahan molenteng, kami menuju Atuh Beach. Spot ini tidak terlalu jauh dari Molenteng.

Memang benar, untuk menemukan tempat yang indah kita harus berjuang terlebih dahulu. Setelah naik turun bukit di tengah teriknya matahari, kami akhirnya sampai ke pantai Atuh.

Atuh beach, menurut saya adalah destinasi pantai yang paling wajib dikunjungi. Pantai dengan pasir putih, pemandangan yang indah dan jauh dari hiruk pikuk membuat saya langsung jatuh cinta. Iya capek dan letih sekali, namun semua itu terbayar lunas dengan apa yang saya dapatkan.

Naik Turun Bukit Untuk Nyampe ke Atuh Beach
Credit : Neva
Atuh Beach
Credit : Neva



Sekitar tiga jam santai di Atuh Beach, kami bergegas trekking menuju Bli yang sedang menunggu kami. Dan coba tebak apa yang kami dapati di sisi lain pantai ini ketika perjalanan pulang,  pemandangan yang masyaallah indah banget.

Sisi lain Atuh Beach
Credit : Neva

Tiba di parkiran mobil, kami menuju pelabuhan untuk kembali ke Sanur dan melanjutkan perjalanan kami.

Oke deh, jalan-jalan kita kali ini kelar. Kalo kamu pengen ke tiga nusa sekaligus, kamu lebih baik ke Nusa Lembongan, kemudian menyewa Speedboad menuju Nusa Penida. Harga sewa kapal sekitar 500K(Nego) dan di bayar OTS.

FYI.

* Di pelabuhan terdapat teh dan kopi yang bisa kita nikmati secara gratis (tapi harus bikin sendiri).
* Semua foto adalah dokumentasi pribadi


Yuk Wisata ke Nusa Penida

Search

Bookmark Us

Delicious Digg Facebook Favorites More Stumbleupon Twitter