Now I see the secret of making the best person, its grow in the air and to eat and sleep with the earth -Soe Hok Gie-

Selasa, 05 April 2016

Posted by nevayana surbakti in | 19.13 No comments



Kenapa sih para pendaki itu suka banget naik gunung?, Bukannya naik gunung itu capek, dingin, ga bisa tidur di kasur empuk dan ga bisa makan enak?

Saya sendiri yang bukan pendaki tapi suka mendaki sering bertanya-tanya tentang hal itu. Terkadang di jalur pendakian saya sering berfikir "ini terakhir kali aku mendaki, capek! Mending istrahat di kamar, nonton, makan atau ngemall".

Hingga akhirnya setelah bertapa 7 hari 7 malam *ini bohong, saya sampai pada beberapa alasan kenapa naik gunung bikin kecanduan.

1. Naik Gunung Bukan Hanya Melepas Penat Setelah Berhari-hari Digembleng Rutinitas

Awalnya saya hanya mencari-cari alasan untuk kembali mendaki, Alasan untuk menghilangkan kepenatan karena padatnya pekerjaan atau terkadang karena problematika hati.

Namun, saat ini saya sadari bahwa saya mendaki bukan hanya untuk melepas penat atau menghindar dari problematika hidup. Alasan utama nya adalah saya rindu, hanya rindu itu saja. Setiap saya berhasil memberdayakan kaki menuju ketinggian, selalu ada kepuasan tersendiri dalam hati. Mungkin juga saya sudah kecanduan hingga saya selalu merindukan hutan dan gunung dengan daypack/carriel tinggi bersandar di gendongan saya.

2. Mendaki Bukan Selalu Tentang Puncak, Tapi Kamu Kalah Jika Tidak Sampai Puncak

Ada ungkapan yang menyatakan bahwa mendaki itu adalah perjalanan hati, fisik yang lelah akan bertahan karena niat yang kuat.
Memang benar yang terpenting dari mendaki bukanlah puncak, namun dapat kembali ke rumah dengan selamat tanpa kurang suatu apapun. Tetapi, coba bayangkan perjuanganmu dari rumah, perjalanan dari pos 1 ke pos lainnya, uang yang sudah kamu keluarkan dan hanya karena ego mu bilang capek kamu nyerah gitu aja?.
*Lain cerita kalo sakit, jangan maksain diri deh (lagian tubuh ga fit pergi ke gunung, kamu yang tahu kondisi badan kamu jadi kalo memang ga bisa ga usah maksa pergi juga kali).

Pernah satu kali, saya pergi mendaki dan ga sampe puncak karena males bangun pagi buat summit, saya cari-cari alasan membenarkan apa yang saya lakuin misalnya capek, dingin dan banyak temen ga mau muncak. Dan hasilnya sampe sekarang saya NYESEL!!!

Mendaki tapi ga muncak, mending ga usah mendaki lebih baikmeni pedi aja di salon!!!!

3. Mendakilah, Maka Kamu Akan Tahu Nikmatnya Makanan Sederhana

Ada yang bilang, makan apa aja kalo digunung itu enak dan itu emang bener. Mie instan yang digadoin aja itu udah enyakkkkkk banget deh.
Makanan sederhana seperti mie instan, sup ala-ala, sosis oseng-oseng, telur dadar itu udah juara banget dah.

Jika biasanya di rumah kita bisa pilah-pilih makanan, ga suka masakan si emak beli aja makanan warung atau order makanan dr resto favorit. Di gunung, kamu ga bisa lah order Yoshi**ya.


4. Dengan Mendaki Kamu Belajar Mengenal Tuhanmu

Untuk mengenal tuhan, kamu bukan hanya bisa lakukan dengan beribadah di rumah-rumah ibadah, majlis taklim atau perkumpulan agama lainnya.

Dengan berbaur dengan alam kamu juga bisa mengenal siapa tuhanmu dari apa yang telah ia ciptakan, dari caranya menyelamatkanmu dari berbagai halangan selama di alam. Bukan hanya itu, selama di perjalanan bibirmu tak kan ada rasa letihnya mengucap pujian, syukur dan doa.


Ntar di sambung deh kalo lagi mood...
bye









0 komentar:

Posting Komentar

Search

Bookmark Us

Delicious Digg Facebook Favorites More Stumbleupon Twitter