Now I see the secret of making the best person, its grow in the air and to eat and sleep with the earth -Soe Hok Gie-

Senin, 11 Januari 2016

Posted by nevayana surbakti in | 22.47 No comments
Naik gunung yang kini sudah jadi lifestyle alias aktifitas kekinian kebanyakan pemuda pemudi memang merupakan salah satu kegiatan yang menyenangkan.

Jika dulu yang menyukai aktivitas outdoor satu ini kebanyakan adalah anak-anak pecinta alam, berbeda halnya dengan saat ini. Banyak yang coba-coba naik gunung kemudian perlahan jatuh cinta dengan wangi daun, bau tanah setelah tersiram hujan ataupun debu yang disisakan musim kemarau. Naik gunung itu memang dapat membuat seseorang kecanduan, Meskipun sulit, letih dan tidak murah.

Well, naik gunung itu tidak semudah mengucapkan kata "hati-hati dijalan" atau "naik gunung mulu, naik pelaminan kapan?"

Ada banyak sekali rintangan yang harus dilalui beberapa AGUNG alias Anak Gunung sebelum akhirnya bisa memadu kasih dengan keringat yang mengucur sebesar biji jagung ketika melewati jalur.


Berikut ini merupakan beberapa hambatan yang (mungkin) pernah dihadapi oleh para AGUNG sebelum berangkat menemui kekasih alamnya.

1. Larangan dari Orang Terkasih

Hal ini yang biasa saya alami, larangan dari ibu maupun sang kekasih hati *awawaw

Biasanya ibu saya akan mati-matian melarang saya naik gunung, apalagi jika dia habis menonton berita mengenai orang-orang yang berpulang di gunung. 

Dia tidak kenal lelah mewanti-wanti saya untuk tidak melakukan kegiatan yang sudah menjadi hobby saya ini, bahkan tidak segan-segan dia akan mengancam "PILIH GUNUNG ATAU PULANG KERUMAH DI JEMPUT PAKSA". *Fyi, saya adalah gadis Sumatera yang mencari jati diri (peruntungan) di Ibukota.

Kegiatan mendaki gunung, sudah saya lakukan sejak saya masih duduk di kelas 5 SD, sekitar 14 tahun lalu saat gunung belum punya banyak penggila. Gunung Sibayak adalah gunung pertama yang membuat saya jatuh cinta,

Namun lagi-lagi, beberapa kali kegiatan ini menjauh kan saya dari seseorang yang disebut patjar x_x

2. Libur dan Cuti

Salah satu hal paling gila yang pernah saya lakukan adalah, memilih resign dari pekerjaan saya karena cuti yang tidak di ACC selama 2 hari, dan itu demi GUNUNG.

Untuk masalah cuti ini, banyak sekali teman-teman saya yang mengeluh. Ada yang ketika weekend tetap masuk bekerja, ada yang masuk malam hingga pagi dan terkadang di akhir bulan semangat Closing. Me-refill rupiah memang  sesulit itu T_T

Biasanya, untuk beberapa gunung kami memilih berangkat hari Jumat malam dan pulang Minggu Sore,

Namun ada juga beberapa teman harus bekerja pada hari Sabtu atau Minggu.

3. Kapal Oleng Kapten (BOKEK)

Nah, untuk alasan satu ini biasanya banyak diderita oleh para pelajar atau mahasiswa, terkadang para pekerja seperti saya juga.

4. Di PHP in Cuaca

Nah, cuaca ini nih salah satu penghalang yang bikin BT.
Perencanaan udah matang, Logistik udah siap, seminggu sebelum berangkat cuaca dipantau masih Oke, ketika akan berangkat DHUARRR hujan badai ngajak main.

5. Nggak ada Buddy

Senekat-nekatnya saya, seberani-beraninya saya jalan sendirian di hutan saya tetep ga akan berani SOLO an ke gunung.
Harus ada minimal satu orang temen yang nemenin saya, ga lucu kalo saya sakit ga ada yang tau dan bisa bantu.


Nah, satu dari kelima alasan itu biasanya ampuh untuk mengurungkan niat mendaki. Selamat mendaki dan salam LESTARI!!!!!!!

Beberapa Penghambat Naik Gunung


Search

Bookmark Us

Delicious Digg Facebook Favorites More Stumbleupon Twitter