Now I see the secret of making the best person, its grow in the air and to eat and sleep with the earth -Soe Hok Gie-

Jumat, 06 Maret 2015

Posted by nevayana surbakti in | 21.16 No comments
Sepertinya aku terlampau mencintai 2.821Mdpl...


Sebelumnya aku sudah pernah bermain bersama hutan, tanah dan hujannya 2.821 Mdpl yang sangat gagah ini, sekitar Desember 2014 lalu aku sudah mengunjunginya sebagai kunjungan teman baru bersama dua Playmates ku Bang Hantoro yang ngakunya sebagai pendaki oriental terganteng nomor wahid dan Asop si kokoh-kohoh sipit yang ngaku dia "kiranti" dan ngatain aku "proman -_-"

pertama kali bermain di ketinggian 2.821 ini kami bertiga melewati jalur Bayongbong yang terkenal panjang dan terjal itu.
Jumat malam kami bertiga disisipkan di truk pak Yudi yang mengangkut pendaki-pendaki lain yang ingin menapaki keindahan dan ketangguhan cikuray via jalur Bayongbong.

aku lupa saat itu pukul berapa, kami sampai di desa yang menjadi tempat bersiap-siap apabila ingin melewati jaliur panjang bayongbong. setelah menyiapkan perbekalan air yang cukup dan nasi bungkus (beli di warung ibu pendaki), kami bersama rombongan lainnya diantarkan menuju kaki gunung menggunakan angkot oleh pak Yudi.

saat itu, aku mulai merasa takut jika kami tidak mendapat tempat untuk mendirikan tenda karena cikuray terkenal dengan keramaiannya, ada 3 jalur apabila anda ingin menuju cikuray dan yang paling banyak diminati adalah Jalur Pemacar. untuk jalur bayongbong dan cikajang sendiri sangat sepi peminat karena memang jalur ini terlalu panjang dan melelahkan.

saat itu aku mulai khawatir berlebihan, karena melihat rombongan yang lainnya seperti rombongan "cangcorang" berkaki panjang, pasti mereka akan berjalan sangat cepat fikirku saat itu.
iseng aku pun menyeletuk " bang, ntar kalo pada sampe puncak ambilin lapak buat kita ya, buat diriin tenda" begitu kataku pada rombongan  lainnya karena takut tidak kebagian tempat untuk camp ( terpengaruh dari omongan bang kirno, yang pernah ga dapet tempat camp).

Namun ternyata, dengan gaya berjalan santai ala kami bertiga, kami masih yang terdepan dan memimpin perjalanan.


28  Februari 2015..

aku kembali mengunjungi "teman" yang sudah kukenal sebelumnya ini namun tidak bersama Duo kokoh sipit playmates sebelumnya tapi  bersama Rara and the gengs, Albert, bang Hadi dan Mba Erika. kali ini melalui Jalur pemancar yang ramainya seperti pasar, tidak seperti bayongbong yang sepi seperti kuburan.

Aku, Abet, Bang hadi, mba Erika dan Ari menjadi tim advance yang ditugaskan berjalan paling depan untuk mencari lokasi Camp. Ya, kami para pejalan yang tidak terbiasa berjalan santai ditugaskan menjadi para pencari lapak.

Pukul 09.17 kami memulai perjalanan via pemancar, trek diawali oleh jalan yang menanjak dan licin melewati perkebunan teh yang hijau menyegarkan mata yang lelah.
aku berjalan dengan santai, menikmti pemandangan yang ditawarkan bumi dan langit pertiwi yang indah.
cukup melelahkan hingga akhirnya kami sampai ke pos pendataan, disini kami harus menunggu rombongan yang lainnya karena kami tidak bisa berangkat sebelum semua anggota kelompok kami berkumpul.
Di pos pendaftaran inilah tempat terakhir kita bisa menemukan mata air, jadi silahkan isi air disini apabila perbekalan air dirasa masih kurang. Berbeda dengan Bayongbong, sumber air terakhir berada di Pos dua yang sering juga dijadikan tempat untuk memasak oleh para pendaki yang kelaparan.

setelah semua anggota lengkap, kami berlima berjalan kembali melewati perkebunan warga. saat itu sangat ramai, mungkin karena dua gunung favorit lainnya di Garut yaitu gunung  Guntur dan papandayan sedang tutup sehingga banyak pendaki yang pergi ke Cikuray.

Setelah berdiskusi sedikit disela istirahat pendek, kami berencana untuk berjalan cepat memotong perjalan pendaki lain yang saat itu sangat ramai karena terasa sangat menghambat tugas kami untuk mencari lapak, yaa kami bertanggungjawab atas tugas yang kami emban.

kami berjalan cepat secepat - cepatnya, karena kami takut tidak mendapat tempat lagi di sekitar puncak untuk mendirikan tenda bagi kelompok kami. saat letih mulai merajai, perut lapar karena sebelumnya tidak diisi oleh nasi tidak menjadi penghalang bagi kami untuk terus melangkahkan kaki.
kami terus berjalan menyusuri hutan yang dingin, tanah yang becek karena memang menurut penuturan warga sudah beberapa hari terakhir Cikuray dilanda hujan lebat.

tidak terkecuali kami, ketika kami sampai di Pos tiga (3) hujan menghampiri cukup lebat, cukup membuat carrier Rahel yang digunakan Abet saat itu kotor, basah dan iuyyyy...
kami berempat, Aku, Abet, bang Hadi dan mba Erika memilih untuk berteduh sejenak menunggu hujan sedikit reda sambil menunggu Ari yang tidak tau ada dimana rimbanya.

ahhh, aku sangat menyukai gunung ini. menyukai treknya yang begitu menantang, licin dan begitu menanjak tanpa ada "BONUS" , bonus sekitar 10 Meter hanya dapat ditemui di Pos Enam (6).

tanjakan demi tanjakan kami lalui mulai dari tanjakan cihuii yang benar-benar cihuii, tanjakan wakwao, tanjakan setan dan ntah tanjakan apalagi. Gunung gagah dan indah  yang penuh dengan turunan yang tertunda!!!!

setelah lebih kurang satu jam berteduh kami memutuskan berjalan lagi, takut tugas yang kami emban tidak diselesaikan dengan baik.

sebelumnya, pada saat kami berteduh, kak Aris menginformasikan bahwa dia menjadi tim advance menggantikan Ari yang katanya saat itu sakit perut.

perjalan dari pos 3 menuju pos 4 kami jalani dengan cepat karena  takut tidak mendapat lapak -_- kami hanya berhenti sesekali untuk  membasahi kerongkongan yang kering kemudian berjalan dan berjalan lagi.

dari pos 4 menuju pos 5 kami jalani tanpa istirahat juga, hanya sekedar berhenti untuk minum saja karena memang saat itu masih hujan. Basah karena hujan, dingin, lapar dan beceknya jalan tidak kami jadikan penghambat  perjalanan kami.

setelah melewati pos 6 kami juga tetap berjalan, dan berhenti istirahat sejenak di tempat yang pernah dijadikan lokasi camp oleh Albert, Rahel, Mba hani dll. sempat terfikirkan untuk mendirikan tenda disana, namun kami tidak jadi mendirikan tenda disana dan memilih untuk tetap berjalan menuju lokasi camp yang paling dekat dengan ketinggian 2,821 Mdpl

akhirnya sekitar pukul 15,19 kami sampai di lokasi camp dan mendirikan tenda disana, Albert, aku dan mba erika lebih dahulu sampai ke lokasi camp. Bang hadi kami tinggalkan di belakang karena dia kelelahan dan ingin kami berjalan duluan mencari lokasi.

tidak lama berselang, saat aku dan albert sedang sibuk mendirikan tenda bang Hadi akhirnya sampai dan langsung bergabung dengan kami mendirikan tenda.

setelah tenda terpancang, dan kami sudah berganti pakaian dengan pakaian yang masih kering, kami kemudian langsung memasak untuk mengisi lambung yang tengah kelaparan dimana para cacing sudah memberontak ingin minta makan.

setelah kami selesai mengisi lambung, kak Aris datang menyusul yang langsung kami sambut dengan segelah teh pahit panas. Setelah kak aris siap mengisi lambungnya, di bantu bang Hadi mereka mendirikan tenda untuk beberapa rombongan yang akan menyusul nantinya.

tidak lama berselang Ari sampai, sekitar pukul 17 lebih saat itu, dan dia menceracau tak jelas..
yah sudahlah, mungkin dia lelah saat itu.

setelah makan, minum kami memutuskan untuk istirahat meluruskan kaki yang letih karena menapaki ciptaan tuhan yang sangat indah ini.
 selepas maghrib Rara dan Nugi menyusul kami, rombongan kami lainnya memilih mendirikan tenda di pos 6.


1 Maret 2015

selamat pagi Indonesia dari ketinggian 2.821 Mdpl, Matahari paginya begitu indah dengan lautan awannya yang seperti marsmellow indah itu..
Maret ku kali ini diawali dengan keindahan paripurna yang menunjukkan kebesaran Tuhan.

Terima kasih Tuhan, Terima kasih sahabat, Terima kasih Cikuray

DAMN !!!!!
I LOVE INDONESIA

Merah Putih di 2.821Mdpl



Marsmellow 


































Search

Bookmark Us

Delicious Digg Facebook Favorites More Stumbleupon Twitter