Now I see the secret of making the best person, its grow in the air and to eat and sleep with the earth -Soe Hok Gie-

Rabu, 24 September 2014

Posted by nevayana surbakti in | 00.09 No comments



Senja ini, ketika matahari turun kedalam jurang2mu
aku datang kembali
kedalam ribaanmu, dalam sepimu dan dalam dinginmu
walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
dan aku terima kau dalam keberadaanmu
seperti kau terima aku
aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
hutanmu adalah misteri segala
cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta
malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi Kau datang kembali
Dan bicara padaku tentang kehampaan semua
“hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya “tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar
‘terimalah dan hadapilah
dan antara ransel2 kosong dan api unggun yang membara
aku terima ini semua
melampaui batas2 hutanmu, melampaui batas2 jurangmu
aku cinta padamu Pangrango
karena aku cinta pada keberanian hidup

-Soe Hok Gie-

Jumat, 12 September 2014

Posted by nevayana surbakti in | 22.50 No comments
Selamat buat kita teman-teman,
Kita telah berhasil mengalahkan ego kita,
Jika kita katakan kita bisa maka kita bisa,
jika kita bulatkan tekad kita demi satu tujuan maka tujuan itu akan tercapai,

Dan, meskipun diantara kita ada yang belum menginjakkan kakinya d tanah tertinggi di pulau jawa itu,
Setidaknya kalian pernah mencoba dan berjuang untuk menggapainya kawan,
Dan kita semua adalah pemenang sejati,
Karena kita tidak mundur sebelum berjuang,
Karena kita masih mengerahkan daya dan upaya kita hingga akhirnya tuhan menyuruh kita untuk pulang...
Sudah seharusnya kita rayakan kemenangan kita ini,

Maka, mari angkat gelasmu dan kita bersulang kawan....

"Jangan pernah batasi kemampuan mu"
kata-kata itu terus saja tergiang-ngiang di telinga dan hati ku, kata kata sederhana yang aku dapatkan ketika mengikuti diksar(Pendidikan dasar) MASOPALA (Mahasiswa Sospol Pecinta Alam) ke 22 di Pagar alam, Sumsel. Kata-kata penyemangat itu aku dapatkan dari senior kesayanganku, Ayuk Mai Humairah si wanita mungil nan tangguh yang sudah melanglang buana ntah kemana saja.
makasi ayuk, gak semenit pun aku lupa sama pesan yg ayuk sampaikan ketika aku hendak naik ke dalam bus menuju pagar alam itu bersama ke tiga laskar awan senja lainnya (afni, friska dan beni).

dan kata-kata itulah yang aku ucapkan ketika aku mulai menapaki semeru menuju ranu kumbolo nya, kalimati hingga mahamerunya..


Day 1
Sabtu, 6 September 2014

Rombongan gengges berangkat dari stasiun monday market (kata monster bulu hidung) pada pukul 15.15 WIB , aku lupa kita semua ada berapa yang berangkat dari stasiun ini yang pasti pada saat kita berangkat ga ada halangan yang berarti. aku, firstliyah, dini, andri dan asop kebagian tempat di gerbong 4. Sebenernya penunggu gerbong 4 ada 1 lagi, sebut saja dia mawar hitam, tapi karena dia datengnya telat terpaksa kita harus tinggalkan dia, dan terimakasih tempat kita jadi luang bang saman...
yeayyyy....

DAY 2
Minggu, 7 September 2014

Sekitar pukul 08.00 WIB rombongan haji kloter 2 *lohhh sampai ke stasiun malang, kita bertemu dengan beberapa porter dan ranger yang akan mendampingi kita menuju puncak tempat para dewa bersemayam.
Di sini juga,  kita bertemu dengan rombongan gengges lainnya yang berangkat dari luar jakarta sebut saja dia mba fei dari kalimantan timur, kak yodha dan mba vita dari yogjakarta.

aku lupa saat itu pukul berapa, kita menuju base camp dan langsung bersiap-siap menuju ranu pani dengan menggunakan jeep.
sesampainya d ranupani, kita break sejenak untuk mengisi lambung-lambung kosong, mengeluarkan sisa sampah dan juga berdoa kepada tuhan sang pencipta alam semesta.

aku masih lupa pukul berapa, setelah menyelesaikan semua hal menegenai ISHOMA kita pun mulai menjalani setapak demi setapak dataran, tanjakan dan turunan menuju ranu kumbolo.

aku bersama beberapa teman  yaitu Rahel, Firman, mba Hani dan bang Hendri merupakan rombongan ke-2 yang berhasil mencapai ranu kumbolo setelah sebelumnya di tinggalkan oleh Frans, Awal, Andri, Asop, Bg.Hantoro, Jojo dan beberapa teman lainnya. *ga ada rombongan sih, hanya saja agar lebih mudah aku sebut begitu.

kami berjalan diantara dingin yang serasa menusuk tulang, di sela-sela nyanyian alam antara daun dan angin yang menari dan bergesekan sehingga menciptakan suatu melodi alam yang terdengar sangat syahdu menyayat hati serta aroma malam yang terasa begitu mencekam. *oke ini lebay

Di perjalanan menuju ranu kumbolo kami mendapat sedikit kendala karena mba hani sedang dalam kondisi badan tidak fit sehingga kami harus sering berhenti. tapi hal itu tidak menyurutkan langkah kami, meski harus berjalan pelan dan tertatih, akhirnya kami bisa melihat danau itu, danau yang terhampar luas dan tenang, di bawah temaram cahaya bulan dan bintang dia terlihat begitu tenang dan anggun. dan di sudut sana, kami melihat banyak cahaya lampu dan tenda-tenda yang telah gagah terpancang.

Dengan wajah sumringah di dalam hati aku menari dan berteriak, horeeee sedikit lagi kami akan sampai ke ranu kumbolo dan bisa tidur menghilangkan penat d tubuh, Namun hal itu hanya fatamorgana :( karena perjalanan menuju camp itu masih terasa cukup jauh.
*hahahahahahah

sekitar pukul 20.00 WIB Kami pun sampai di ranu kumbolo, tanpa babibu aku langsung masuk ke tenda anak abegeh (kata mba cum) dan langsung masuk ke SB dan tidur derngan badan menggigil.

"Aku tidak sabar menunggu pagi, menunggu sunrise milik ranu kumbolo ketika matahari mulai malu-malu  menampakkan wujudnya"

DAY 3
Senin, 8 September 2014

Setelah sarapan pagi , kami mulai berjuang menanjaki tanjakan cinta yang sungguh penuh perjuangan menapaki tanjakannya yang begitu berdebu dan tinggi kokoh.
aku tidak tau siapa yang ada di fikiran teman-teman saat menanjaki tanjakan dan tidak melihat ke belakang, Namun aku menikmati momen dengan nafas tersengal-sengal tersebut dan memikirkan seseorang pula dan tidak juga melihat ke belakang.
iya aku memikirkan "ADAM LEVINE" sambil melantunkan lagu "I Won't go home without you" di dalam hati.
*HA HA HA HA HA

kita mulai melewati oro-oro ombo, aku dan teman-teman tidak begitu beruntung karena tidak menemukan lavender yang tengah bermekaran membentuk permadani berwarna ungu. kecewa sih iya, tetapi memang aku datang di waktu yang tidak tepat jika ingin berenang di lautan permadani ungu tersebut.
Namun, kami pun berjalan diantara hamparan permadani emas nya semeru..
saat itu aku merasa sedang berjalan di hamparan savana afrika, hanya kurang singa dan jerapahnya saja.

kami berjalan hingga mendapati kami telah berdiri di post CEMORO KANDANG.
dari sini kami berjalan lagi, menuju jambangan..
rasanya sangat melelahkan berjalan menanjak, dan merupakan  godaan yang sangat besar untuk beristirahat dan tidur di bawah pohon-pohon yang menjuntai tinggi ke angkasa, di buai oleh angin semilir yang terasa sangat menyejukkan hati dan raga yang telah lelah dan dehidrasi.
Tapi keinginan untuk tidur itu harus di lawan, karena kami harus cukup istrahat di kalimati. memupuk tenaga untuk summit mahameru dini hari nanti.

setibanya di pos jambangan, jalanan sangat landai namun terasa sangat panas. disini aku pun bisa berjalan lebih cepat dan santai namun tidak terasa melelahkan. and guess what I've found there???
aku menemukan surga guys..
ya, semangka!!!!!!!
bayangkan sodara-sodara "semangka" di tengah teriknya matahari dan lelah yang terasa amat sangat..
ternyata, bahagia itu sangat sederhana.
hanya dengan 5000 rupiah saja kamu bisa makan 2 potong semangka di gunung.
bayangkan potongan semangka yang segar itu melewati kerongkonganmu yang sedang kering kerontang.
bukankah itu surga??????

setelah menikmati surga itu, aku , Dicky, Bg Hadi, Bg Hendri, Bg Qenny dan Bg Aan pun berjalan lagi di antara perdu-perdu edelweiss dan debu tebal yang menyesakkan dada.
dan itu dia sang tujuan, berdiri kokoh dan gagah menantang.
seakan dia memanggil,
kemari nak, come to mama....

Tidak berselang lama, kami pun tiba di post kalimati.
kali ini pemandangan edelweiss nya sungguh lebih indah dibandingkan yang ada d jambangan, bayangkannnn teman-teman kita nge camp di antara perdu dan wangi edelweiss.
itu surga juga kataku.

edelweiss di kalimati


Dan yah, aku selalu saja di dahului oleh gadis bocah bernama awaliyah,,
aku iri dengan semangat nya...


DAY 4
Selasa, 09 September 2014

pukul 12.00 wib
dini hari


Dan sampailah kita kepada waktu yang ditunggu-tunggu....
this is time to summit mahameru yang berdiri sangat angkuh dengan batu dan pasir nya yang dalam itu.
diantara dingin yang sangat menusuk tulang, dan malam yang sangat mencekam kita pun perlahan mulai menapaki jalan yang terus menanjak, menguras tenaga yang sebelumnya tidak diisi oleh bahan bakar apapun walau hanya sebutir nasi.

*pesan saya, jika ingin summit pastikan dulu sebelumnya anda sudah makan, sehingga anda mempunyai energi untuk terus berjalan menikmati alam dan berdoa terus menurus kepada sang penciptanya. selain itu jangan lupa bawa air, karena kerongkongan akan terasa sangat kering.

setelah melewati batas vegetasi, medan terasa begitu berat,,
karena jalur yang hanya tanjakan full itu diisi oleh pasir dan batu yang siap menjatuhkanmu kebawah kapan saja jika kau tidak hati-hati.
ketika aku melihat ke bawah, aku merasa takut. bagaimana jika aku terjatuh nanti???
terbayang di benakku wajah ibu, ayah dan adikku..
dan akupun berdoa lagi ,
 " Dengan nama allah, aku berserah diri pada allah. tidak ada daya dan kekuatan selain dari allah"
setelah berdoa akupun melangkahkan kaki dan memberdayakan tanganku lagi dengan mantap menuju puncak tempat para dewa bersemayam itu.

perjuangan terasa begitu berat, thanks to andri sang monster bulu hidung yang sudah membantu ku untuk terus berjalan beriringan bersama awal dan dicky juga.

saat itu aku merasa sangat lelah dan haus, bibir ku telah dipenuhi oleh pasir sehingga terasa sangat tidak enak, rasanya aku ingin istirahat saja, aku ingin tidur. Tapi tidak aku harus melawan keinginan itu aku harus tetap memiliki kekuatan untuk melangkah maju.

sejenak aku memandang keatas dengan sedikit rasa frustasi , melihat puncak yang terlihat dekat namun ternyata masih sangat jauh..
aku melihat seseorang melambaikan tangan padaku, ku perhatikan dengan seksama ternyata dia adalah Tur Firman (Tur : singkatan dari turang, panggilan kepada pria semarga dalam adat suku batak karo yang artinya kakak/adik), aku balas melambaikan tangan dan berniat mengejar dia. namun yah, aku tidak mampu karena dia sudah berada jauh di depanku. Namun dari situ semangatku tumbuh lagi, aku yakin aku bisa.

Disaat kaki dan tangan ini terus melangkah dan merangkak, aku melihat bang Hendri dan bang Aan sedang istirahat, aku berniat menyusul mereka karena air putih yang mereka bawa terlihat sangat menggiurkan sekali. Aku mempercepat langkahku, namun sebelum aku sampai mereka sudah kembali berjalan. Dengan gontai aku pun berjalan lagi, dan ya tidak begitu lama mereka istirahat lagi dan dengan semangat aku pun mengejar mereka. aku memanggil mereka, dan mengatakan haus...
ahh rasanya, saat itu aku seperti seekor anjing yang tengah bermain dengan majikanku, jika aku berhasil maka aku mendapatkan hadiah.
demi seteguk air putih....

aku tidak tau energi datang dari mana, aku terus melangkah hingga beberapa teman jauh aku tinggalkan di bawahku, saat itu aku merasa letih namun tekatku mengatakan ayoooo... kalo kamu kebanyakan istirahat puncak yang sudah di depan mata mu itu tidak akan bisa kamu gapai.
aku pun terus merangkak, berjalan selangkah demi selangkah...
aku tau aku bisa, hanya itu yang ada di kepala ku.

dengan terseok-seok, aku terus berjuang..
kekuatan untuk tetap berjuang aku dapat dari kata-kata yuk mai humairah "jangan pernah batasi kemampuanmu"

aku bisa,,,, aku bisa,,,,, aku bisa,,,, kata-kata itu bagai mantra yang akhirnya mengantarkan aku ke puncak mahameru...

dan akhirnya aku pun berdiri gagah di puncak mahameru, melihat indonesia yang sangat kucintai dari tanah tertinggi di pulau jawa..
wanita pertama dari team gengges yang akhirnya berhasil mengalahkan egonya untuk sampai ke puncak.

Tanpa terasa air mata ku pun jatuh, namun segera aku hapus karena aku malu terlihat oleh teman-teman yang lain. Sambutan pertama aku dapat dari Bangkir, ucapan selamat aku dengar bertubi-tubi dari teman-temanku dan dari beberapa orang lain yang berhasil menapaki puncak semeru yang gagah, mahameru.
aku tidak perduli pada tampilanku saat itu, meski pipiku penuh debu, hidungku menghitam dan ingus mengering di bawah hidung, aku tak perduli karena yang kutau aku telah berhasil, aku tidak pulang membawa hutang.
berhasil..berhasil..horeee (dora the explorer)

kali ini, aku tidak iri lagi pada semangat milik awal..
karena aku juga masih mempunyai semangat yang berkobar seperti dia.

Saat itu yang tersisa adalah rasa haru yang begitu besar membuncah dari dalam hatiku, aku mencintai negeri ini. aku tidak pernah menyesal dilahirkan di negeri ini meskipun negeri ini tempat berkumpulnya para bedebah.
Bagiku negeri ini adalah Heavenesia, dan aku tidak mungkin menyesal dilahirkan di tanah surga.

Dan terimakasih Tuhan, ciptaan mu yang luar biasa ini menambah kecintaanku terhadapmu, sang penciptanya...

agak mengecewakan karena aku tidak menemukan nisan in memoriam " soe hok gie" sang motivator terbesar ku dalam mencintai alam yang indah ini, dalam mencintai heavenesia ini, motivator yang membuat aku menjadi salah satu pioner sispala di sekolah ku, motivatior yang membuat aku akhirnya bergabung di organisasi pecinta alam "MASOPALA" di kampusku.

Namun, Aku bahagia..
cita-cita lama ku, menantang angin mahameru kini telah tercapai..
dan aku berhasil menantang angin itu dan memenangkan pertarungan ego itu.

Terimakasih mahameru, telah mengantarkanku pada persaudaraan yang begitu indah..
Terimakasih teman, untuk persahabatan tanpa syarat yang kalian tawarkan..
Terimakasih untuk setiap tetes air, dorongan semangat, canda dan tawa yang telah kalian berikan..

Terimakasih Adi sudah mengenalkanku kepada Awaliyah, Dini, Andri, A.sofyan, Mb Fei, Mb Hani, Mb Ela, Mb Cum, Mb Vita, Bg Hendri, Bg Aan, Bg Kirno, Bg Yoda, Bg Saman, Babe Yaseen, Rahel, Satrio, Andra, Jojo, Dicky, Bg Hadi, Bg Qenny, Bg Kirno, Frans, Bg Hantoro, Bg agung, Bg uyung, Cholil dll...
Dan terimakasih turang R & R ku Firman barus, urus cuti lagi and let's nge gembelpacker lagi.,..

Dan tidak pernah aku lupa quotes milik Sang motivator, SOE HOK GIE ....

“Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.”


Teams, we're rock....


Congratulations kita di ketinggian 3.676Mdpl



Search

Bookmark Us

Delicious Digg Facebook Favorites More Stumbleupon Twitter