Now I see the secret of making the best person, its grow in the air and to eat and sleep with the earth -Soe Hok Gie-

Rabu, 29 Oktober 2014

Posted by nevayana surbakti in | 21.04 5 comments
"Bang.... beli bawang
beli bawang ga pake kulit"
*sing...


Itu dia cuplikan lagu yang terus bikin kita semua ketawa ngilangin cape selama perjalanan menuju kandang dini, eh kandang badak dink...

Setelah melakukan perjalanan ke Semeru tempo hari, geng asem ternyata jadi summit addict, semua kecanduan ketinggian -_-.

Singkat cerita, kita buat plan buat "naik" bareng-bareng lagi dan terpilih Gunung Pangrango yang bakalan jadi sasaran kita buat tempat bermalam minggu ria berikutnya. Udah lama sih sebenernya aku pengen ke Pangrango, Pengen nyepi di Mandalawangi nya yang damai dingin dan sepi.

Finally, kami berangkat tanggal 17 malem dari terminal Kampung Rambutan. Selain geng Asem ternyata ada beberapa tambahan personil lain yang juga ikut trip bareng kita, mereka temen-temen bangkir dan Rahel.
Dari geng asem sendiri yang ikut berpartisipasi ada aku, Awal, Dini, Hani, Bangkir, Bang Hantoro, Bangken, Asop, Rahel,Bang Hadi dan Babe Yaseen. sedangkan personil tambahan ada bang Rizal, bang Jefri, bang Ojan, bang Andi dan Ridwan.

Sekitar pukul 02.00 pagi kami sampai di Cibodas, kemudian kami melakukan perjalanan menggunakan angkot ke base camp yang disebut "warung bule". disana kami istirahat dan bersiap-siap melanjutkan perjalanan menuju camp kandang badak (baca : Dini).

Sekitar pukul 05.00 pagi kami mulai melakukan perjalanan ke camp kandang badak via cibodas, udara pagi itu terasa sangat dingin namun begitu segar, sudah lama aku tidak menghirup udara sesegar itu. sejak kepindahanku ke Ibukota aku telah terlalu banyak menghirup udara kotor kota dan memakan makanan yang banyak sekali mengandung racun sehingga membuat ingatanku sedikit melemah. *dihh apaan

Trek yang kami lalui cukup menanjak, namun udara pagi terasa begitu segar sehingga membuat perjalanan menjadi lebih enak.

Disepanjang perjalanan aku dan teman-teman berpapasan dengan para pendaki lain yang memang sangat banyak, tidak mengherankan jika banyak orang berbondong-bondong untuk berakhir pekan di gunung gede pangrango, selain karena memang alamnya yang begitu indah lokasinya juga tidak terlalu jauh dari ibukota sehingga gede pangrango menjadi salah satu sasaran untuk menghilangkan penat.

Aku bersama Awal dan Rahel berjalan bersama saling susul menyusul hingga akhirnya kami terlena di perjalanan, kami pun tertidur tidak jauh dari pos kandang badak tempat yang kami rencanakan untuk istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke Mandalawangi, saat itu rencana kami adalah menginap di camp Mandalawangi sambil memandang bintang. ahhh... pasti malam itu akan menjadi malam minggu yang sangat indah jika saja kami jadi camp di lembah kasih tersebut.

Kami bertiga dibangunkan oleh suara jepretan dan lampu blitz dari kamera Bang Hantoro, kami sontak terbangun dari tidur dan bang Hantoro tertawa, dalam hati aku membatin "siap-siap saja akan ada foto memalukan kami yang sedang tidur di posting di grup WA".

Kemudian kami kembali melanjutkan perjalanan menuju kandang Dini, sekitar 15 menit perjalanan dari lokasi tidur kami tadi, disana sudah ada bang Rizal dan Ridwan yang menunggu kami.
"kenapa kalian sangat lama" ujar Ridwan, tadinya kami berjalan tidak jauh dari Ridwan namun ternyata kami terlena dengan segarnya udara yang tengah memproduksi oksigen secara besar-besaran.

Kami istrahat berselonjor di kandang badak *bukan deh kandang dini ini mah..
tidak lama berselang, teman-teman yang lain pun menyusul kami ke camp tersebut sambil menyanyikan jingle xpedisi kali ini "bang...... beli bawang, beli bawang ga pake kulit"

Setelah berembuk kami sepakat untuk camp di kandang badak, bukan di mandalawangi karena saat itu mandalawangi sedang kekeringan air. abang-abang raksasa kami sebut saja mereka mawar hitam, eh bukan tapi bang rizal, bang ojan, bang jefri dan raksasa tapi cilik bangkir mendirikan tenda sementara kami menunggu.

Setelah tenda terpancang dengan gagah, kami main masak-masakan..
seperti kembali ke masa kecil, masa dimana aku pernah dipukul ibu ku ketika bermain masak-masakan dengan temanku karena mengambil, bawang, cabai, telur, minyak tanah dan berasnya dari dapur untuk kujadikan bahan mainan. sebenarnya bukan karena hal itu aku dimarahi olehnya, tetapi karena saat itu aku masih terlalu kecil untuk bermain api (api beneran bukan api-apian) yang akhirnya membuat poni selamat datangku habis separuh terbakar dan hidungku menjadi terluka yang bekasnya kubawa hingga saat ini.

Menu siang itu adalah indomie dan mie goreng ala acakadut, mie gorengnya dibuat olehku, Asop dan Dini (Baca : Badak). aku mengajak Dini hanya karena  aku takut Dini cemburu karena aku masak bersama Asop pujaan hatinya.
*ampun Din....


Edisi bosan hidup di kota

Selesai masak dan istrahat sejenak, Beberapa pria-pria kece di kelompok kami berencana untuk summit ke puncak Gede, Sebagai Wanita kece juga aku sangat ingin ikut tapi pada saat itu tandem ku si Awal tidak bersedia ikut.
Tapi akhirnya aku tetap ikut setelah sedikit membujuk Mb. Hani dan dia mau dongsss....

Akhirnya aku, Mb hani, Bangkir, Rahel, Ridwan, Bang Rizal, Bang Jepri, Bang Hantoro, Bang Hadi dan Bang Ojan melakukan perjalanan menuju gunung gede. Perjalanan sangat melelahkan, terlebih lagi saat itu dingin dan kabut begitu tebal. Namun letih dan dingin itu tidak bisa menghalangi jiwa kami yang haus akan kepuasaan berpijak di atas ketinggian. *mulaiiiii lebay

Setelah berjalan sekitar dua jam lebih kami pun sampai di puncak Gede (belum puncak sih kataku), saat itu bang Rizal menyalami dan mengucapkan kata selamat karena aku sudah berhasil sampai di puncak,tapi setelah di ucapin selamat dia tambahin lagi kata "puncaknya ada disana sih" katanya sambil menunjuk tempat yang masih cukup jauh. *yaelah.. Dan akupun melanjutkan perjalanan sendirian di bawah gerimis ke tempat berkabut tebal yang ditunjuk oleh bang Rizal. Di belakangku menyusul bang Hantoro dan Bang Hadi.
Saat itu cha-cha yang ada di kantong parka ku terasa sangat nikmat sekali, bisa menambah tenaga dan menghangatkan suhu tubuh.

2.958Mdpl, Puncak Gede gengs


Kemudian  kami sampai di puncak gunung gede yang sebenarnya, saat itu Rahel datang menyusul kami karena ada sesuatu hal terjadi pada Mba Hani, belum puas menikmati dinginnya puncak kami kemudian turun menuju tempat Mba Hani yang sedang kedinginan. Ternyata Mba Hani yang punya semangat tinggi itu hampir saja mengalami Hipotermia karena jaket yang ia kenakan cukup basah. Untung saja para abang-abang kami yang banyak sekali itu sangat sigap. Terimakasih banyak buat hiker yang saat itu bersedia memberikan tumpangan tenda untuk saudari kami yang sedang sakit.
setelah Mba Hani merasa lebih baik, kami bersiap-siap turun menuju camp di kandang badak. sekitar satu jam lebih perjalanan akhirnya kami sampai dan Mba Hani langsung di ungsikan ke dalam tenda *dih istilahnya...

Malam minggu kali itu kami habiskan dengan memasak makan malam bersama sambil bersenda gurau di tengah hawa yang dingin dan malam yang pekat.
*what a wonderfull saturday night gengs!!!!


Minggu 06.00

Kami bersiap melakukan summit ke gunung pangrango, tempat yang kami rencanakan sebelumnya untuk di jelajahi bersama. Setelah berdoa kami mulai melangkah kan kaki kami menuju ketinggian 3.019Mdpl tersebut..

Ahhhh, akhirnya aku akan ke Mandalawangi juga...
tempat yang sudah lama sekali aku ingin kunjungi sejak pertama kali aku membaca puisi-puisi Soe Hok Gie...

Dalam pendakian ini Asop ga ikut dengan alasan dia ikut hanya untuk menjaga ketiga gadis gerbong 4 sampe kandang badak. Sedangkan Bang Hadi ga ikut karena sakit, siapa suruh ya tidur pake kemeja basah. Kalo Bangkir, kenapa ya.... coba tayakan saja pada Mba Hani.

Perjalanan terasa cukup melelahkan namun mata ku dimanja oleh pemandangan indah yang tidak akan bisa aku dapatkan di padat dan bising nya Jakarta. Kami terus berjalan melawan ego dan lelahnya tubuh serta dehidrasi yang tengah melanda.

Akhirnya setelah berjalan sekitar 3 jam kami sampai di puncak pangrango, biasa saja puncaknya...
tidak ada yang istimewa menurutku tapi tetap saja aku bahagia karena akhirnya kembali bisa mengalahkan ego ku di puncak Pangrango, tempat yang sejak dulu aku ingin juga datangi selain Mahameru.

3.019Mdpl, Mt. Pangrango Gengs


Setelah berfoto kami melanjutkan perjalanan ke Mandalawangi, tidak jauh dari puncak Pangrango, disanalah kutemukan candu itu, disana pula kutemukan sepercik kedamaian. Hatiku menjadi begitu tenang, begitu damai....
Hamparan padang edelweiss yang anggun..


Disini damai itu bersembunyi


Edelweiss Mandalawangi

Seketika aku jatuh cinta pada Mandalawangi, aku bisa menghirup udaranya yang segar menyatu dengan kabut tipisnya yang dingin. Mencium aroma edelweiss yang malu-malu mengoarkan aroma memikatnya. Aku tidak tahu apa alasan Soe Hok Gie begitu mencintai tempat ini, Namun aku temukan alasan kenapa aku bisa sangat cepat mencintai tempat ini.
Ya, tempat ini penuh kedamaian.....
Aku pasti akan kembali ke tempat ini lagi, pasti akan kembali lagi...

Mandalawangi, Pangrango

Aku pernah membaca sebuah kutipan di novel "Kisah langit merah, Keberanian untuk terus melangkah" kira-kira begini isi kutipannya,

"Petualangan adalah candu, sekali kau mulai, bahkan dirimu sendiri tak bisa menghentikan hasrat bertualangmu. Jika kamu membenci kegelisahan dan menyukai hidup yang tenang, jangan pernah memulai petualanganmu karena petualangan adalah sarang kegelisahan yang sengaja kau cari"


Petualangan bukanlah sekedar pergi dari satu tempat ke tempat lain, mengunjungi tempat-tempat jauh dan menyaksikan hal-hal baru. Petualangan bukan hanya sekedar mengajak derap langkahmu menuju tempat-tempat asing yang kau idamkan. "Petualangan adalah pergi tanpa titik tujuan, membiarkan dirimu tersesat, mencari dan memilih, dan kamu tak tahu kapan harus pulang".


Aku rasa kata-kata itu memang benar...

Terimakasih tuhan, kau takdirkan aku terlahir di surga kecil Heavenesia ini...
Terimakasih tuhan diantara bermilyar manusia, aku kau jadikan salah satu orang yang bisa melihat, menikmati dan merasakan masterpiece mu...
Kau tunjukkan padaku mengenai eksistensimu...


Dan sayangku...

Inilah aku dengan kesenanganku,
Dengan hobbi ku yang  selalu akan membuat mu mengkhawatirkanku,
Yang akan selalu membuatmu marah dan kesal,
Masih kah kau mau menerima apa adanya aku????


Dan sahabat-sahabat ku, terimakasih karena telah menjadi bagian dari hidupku..
Menjadi keluarga baru ku di sini, di Jakarta yang "keras" jika kita "lembek" ini...
Terimakasih....








Kamis, 09 Oktober 2014

Posted by nevayana surbakti in | 01.40 No comments

akhirnya semua akan tiba pada waktu yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
apakah kau masih berbicatra selembut dahulu
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku

kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih,
lembah mandalawangi
kau dan aku tegak berdiri melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin

apakah kau masih membelaiku selembut dahulu?

ketika kudekap kau dekaplah lebih mesra
lebih dekat

lampu-lampu berkedipan di jakarta yang sepi,
kota kita berdua, yang tau dan terlena dalam mimpinya
kau dan aku berbicara tanpa kata tanpa suara

ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita
apakah kau masih akan berkata
aku mendengar derap jantungmu sayang??

kita  begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta

haripun menjadi malam kulihat semuanya menjadi muram
wajah-wajah yang tidak kenal berbicara
dalam bahasa yang tidak kita mengerti
seperti kabut pagi itu...





Rabu, 24 September 2014

Posted by nevayana surbakti in | 00.09 No comments



Senja ini, ketika matahari turun kedalam jurang2mu
aku datang kembali
kedalam ribaanmu, dalam sepimu dan dalam dinginmu
walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
dan aku terima kau dalam keberadaanmu
seperti kau terima aku
aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
hutanmu adalah misteri segala
cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta
malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi Kau datang kembali
Dan bicara padaku tentang kehampaan semua
“hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya “tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar
‘terimalah dan hadapilah
dan antara ransel2 kosong dan api unggun yang membara
aku terima ini semua
melampaui batas2 hutanmu, melampaui batas2 jurangmu
aku cinta padamu Pangrango
karena aku cinta pada keberanian hidup

-Soe Hok Gie-

Jumat, 12 September 2014

Posted by nevayana surbakti in | 22.50 No comments
Selamat buat kita teman-teman,
Kita telah berhasil mengalahkan ego kita,
Jika kita katakan kita bisa maka kita bisa,
jika kita bulatkan tekad kita demi satu tujuan maka tujuan itu akan tercapai,

Dan, meskipun diantara kita ada yang belum menginjakkan kakinya d tanah tertinggi di pulau jawa itu,
Setidaknya kalian pernah mencoba dan berjuang untuk menggapainya kawan,
Dan kita semua adalah pemenang sejati,
Karena kita tidak mundur sebelum berjuang,
Karena kita masih mengerahkan daya dan upaya kita hingga akhirnya tuhan menyuruh kita untuk pulang...
Sudah seharusnya kita rayakan kemenangan kita ini,

Maka, mari angkat gelasmu dan kita bersulang kawan....

"Jangan pernah batasi kemampuan mu"
kata-kata itu terus saja tergiang-ngiang di telinga dan hati ku, kata kata sederhana yang aku dapatkan ketika mengikuti diksar(Pendidikan dasar) MASOPALA (Mahasiswa Sospol Pecinta Alam) ke 22 di Pagar alam, Sumsel. Kata-kata penyemangat itu aku dapatkan dari senior kesayanganku, Ayuk Mai Humairah si wanita mungil nan tangguh yang sudah melanglang buana ntah kemana saja.
makasi ayuk, gak semenit pun aku lupa sama pesan yg ayuk sampaikan ketika aku hendak naik ke dalam bus menuju pagar alam itu bersama ke tiga laskar awan senja lainnya (afni, friska dan beni).

dan kata-kata itulah yang aku ucapkan ketika aku mulai menapaki semeru menuju ranu kumbolo nya, kalimati hingga mahamerunya..


Day 1
Sabtu, 6 September 2014

Rombongan gengges berangkat dari stasiun monday market (kata monster bulu hidung) pada pukul 15.15 WIB , aku lupa kita semua ada berapa yang berangkat dari stasiun ini yang pasti pada saat kita berangkat ga ada halangan yang berarti. aku, firstliyah, dini, andri dan asop kebagian tempat di gerbong 4. Sebenernya penunggu gerbong 4 ada 1 lagi, sebut saja dia mawar hitam, tapi karena dia datengnya telat terpaksa kita harus tinggalkan dia, dan terimakasih tempat kita jadi luang bang saman...
yeayyyy....

DAY 2
Minggu, 7 September 2014

Sekitar pukul 08.00 WIB rombongan haji kloter 2 *lohhh sampai ke stasiun malang, kita bertemu dengan beberapa porter dan ranger yang akan mendampingi kita menuju puncak tempat para dewa bersemayam.
Di sini juga,  kita bertemu dengan rombongan gengges lainnya yang berangkat dari luar jakarta sebut saja dia mba fei dari kalimantan timur, kak yodha dan mba vita dari yogjakarta.

aku lupa saat itu pukul berapa, kita menuju base camp dan langsung bersiap-siap menuju ranu pani dengan menggunakan jeep.
sesampainya d ranupani, kita break sejenak untuk mengisi lambung-lambung kosong, mengeluarkan sisa sampah dan juga berdoa kepada tuhan sang pencipta alam semesta.

aku masih lupa pukul berapa, setelah menyelesaikan semua hal menegenai ISHOMA kita pun mulai menjalani setapak demi setapak dataran, tanjakan dan turunan menuju ranu kumbolo.

aku bersama beberapa teman  yaitu Rahel, Firman, mba Hani dan bang Hendri merupakan rombongan ke-2 yang berhasil mencapai ranu kumbolo setelah sebelumnya di tinggalkan oleh Frans, Awal, Andri, Asop, Bg.Hantoro, Jojo dan beberapa teman lainnya. *ga ada rombongan sih, hanya saja agar lebih mudah aku sebut begitu.

kami berjalan diantara dingin yang serasa menusuk tulang, di sela-sela nyanyian alam antara daun dan angin yang menari dan bergesekan sehingga menciptakan suatu melodi alam yang terdengar sangat syahdu menyayat hati serta aroma malam yang terasa begitu mencekam. *oke ini lebay

Di perjalanan menuju ranu kumbolo kami mendapat sedikit kendala karena mba hani sedang dalam kondisi badan tidak fit sehingga kami harus sering berhenti. tapi hal itu tidak menyurutkan langkah kami, meski harus berjalan pelan dan tertatih, akhirnya kami bisa melihat danau itu, danau yang terhampar luas dan tenang, di bawah temaram cahaya bulan dan bintang dia terlihat begitu tenang dan anggun. dan di sudut sana, kami melihat banyak cahaya lampu dan tenda-tenda yang telah gagah terpancang.

Dengan wajah sumringah di dalam hati aku menari dan berteriak, horeeee sedikit lagi kami akan sampai ke ranu kumbolo dan bisa tidur menghilangkan penat d tubuh, Namun hal itu hanya fatamorgana :( karena perjalanan menuju camp itu masih terasa cukup jauh.
*hahahahahahah

sekitar pukul 20.00 WIB Kami pun sampai di ranu kumbolo, tanpa babibu aku langsung masuk ke tenda anak abegeh (kata mba cum) dan langsung masuk ke SB dan tidur derngan badan menggigil.

"Aku tidak sabar menunggu pagi, menunggu sunrise milik ranu kumbolo ketika matahari mulai malu-malu  menampakkan wujudnya"

DAY 3
Senin, 8 September 2014

Setelah sarapan pagi , kami mulai berjuang menanjaki tanjakan cinta yang sungguh penuh perjuangan menapaki tanjakannya yang begitu berdebu dan tinggi kokoh.
aku tidak tau siapa yang ada di fikiran teman-teman saat menanjaki tanjakan dan tidak melihat ke belakang, Namun aku menikmati momen dengan nafas tersengal-sengal tersebut dan memikirkan seseorang pula dan tidak juga melihat ke belakang.
iya aku memikirkan "ADAM LEVINE" sambil melantunkan lagu "I Won't go home without you" di dalam hati.
*HA HA HA HA HA

kita mulai melewati oro-oro ombo, aku dan teman-teman tidak begitu beruntung karena tidak menemukan lavender yang tengah bermekaran membentuk permadani berwarna ungu. kecewa sih iya, tetapi memang aku datang di waktu yang tidak tepat jika ingin berenang di lautan permadani ungu tersebut.
Namun, kami pun berjalan diantara hamparan permadani emas nya semeru..
saat itu aku merasa sedang berjalan di hamparan savana afrika, hanya kurang singa dan jerapahnya saja.

kami berjalan hingga mendapati kami telah berdiri di post CEMORO KANDANG.
dari sini kami berjalan lagi, menuju jambangan..
rasanya sangat melelahkan berjalan menanjak, dan merupakan  godaan yang sangat besar untuk beristirahat dan tidur di bawah pohon-pohon yang menjuntai tinggi ke angkasa, di buai oleh angin semilir yang terasa sangat menyejukkan hati dan raga yang telah lelah dan dehidrasi.
Tapi keinginan untuk tidur itu harus di lawan, karena kami harus cukup istrahat di kalimati. memupuk tenaga untuk summit mahameru dini hari nanti.

setibanya di pos jambangan, jalanan sangat landai namun terasa sangat panas. disini aku pun bisa berjalan lebih cepat dan santai namun tidak terasa melelahkan. and guess what I've found there???
aku menemukan surga guys..
ya, semangka!!!!!!!
bayangkan sodara-sodara "semangka" di tengah teriknya matahari dan lelah yang terasa amat sangat..
ternyata, bahagia itu sangat sederhana.
hanya dengan 5000 rupiah saja kamu bisa makan 2 potong semangka di gunung.
bayangkan potongan semangka yang segar itu melewati kerongkonganmu yang sedang kering kerontang.
bukankah itu surga??????

setelah menikmati surga itu, aku , Dicky, Bg Hadi, Bg Hendri, Bg Qenny dan Bg Aan pun berjalan lagi di antara perdu-perdu edelweiss dan debu tebal yang menyesakkan dada.
dan itu dia sang tujuan, berdiri kokoh dan gagah menantang.
seakan dia memanggil,
kemari nak, come to mama....

Tidak berselang lama, kami pun tiba di post kalimati.
kali ini pemandangan edelweiss nya sungguh lebih indah dibandingkan yang ada d jambangan, bayangkannnn teman-teman kita nge camp di antara perdu dan wangi edelweiss.
itu surga juga kataku.

edelweiss di kalimati


Dan yah, aku selalu saja di dahului oleh gadis bocah bernama awaliyah,,
aku iri dengan semangat nya...


DAY 4
Selasa, 09 September 2014

pukul 12.00 wib
dini hari


Dan sampailah kita kepada waktu yang ditunggu-tunggu....
this is time to summit mahameru yang berdiri sangat angkuh dengan batu dan pasir nya yang dalam itu.
diantara dingin yang sangat menusuk tulang, dan malam yang sangat mencekam kita pun perlahan mulai menapaki jalan yang terus menanjak, menguras tenaga yang sebelumnya tidak diisi oleh bahan bakar apapun walau hanya sebutir nasi.

*pesan saya, jika ingin summit pastikan dulu sebelumnya anda sudah makan, sehingga anda mempunyai energi untuk terus berjalan menikmati alam dan berdoa terus menurus kepada sang penciptanya. selain itu jangan lupa bawa air, karena kerongkongan akan terasa sangat kering.

setelah melewati batas vegetasi, medan terasa begitu berat,,
karena jalur yang hanya tanjakan full itu diisi oleh pasir dan batu yang siap menjatuhkanmu kebawah kapan saja jika kau tidak hati-hati.
ketika aku melihat ke bawah, aku merasa takut. bagaimana jika aku terjatuh nanti???
terbayang di benakku wajah ibu, ayah dan adikku..
dan akupun berdoa lagi ,
 " Dengan nama allah, aku berserah diri pada allah. tidak ada daya dan kekuatan selain dari allah"
setelah berdoa akupun melangkahkan kaki dan memberdayakan tanganku lagi dengan mantap menuju puncak tempat para dewa bersemayam itu.

perjuangan terasa begitu berat, thanks to andri sang monster bulu hidung yang sudah membantu ku untuk terus berjalan beriringan bersama awal dan dicky juga.

saat itu aku merasa sangat lelah dan haus, bibir ku telah dipenuhi oleh pasir sehingga terasa sangat tidak enak, rasanya aku ingin istirahat saja, aku ingin tidur. Tapi tidak aku harus melawan keinginan itu aku harus tetap memiliki kekuatan untuk melangkah maju.

sejenak aku memandang keatas dengan sedikit rasa frustasi , melihat puncak yang terlihat dekat namun ternyata masih sangat jauh..
aku melihat seseorang melambaikan tangan padaku, ku perhatikan dengan seksama ternyata dia adalah Tur Firman (Tur : singkatan dari turang, panggilan kepada pria semarga dalam adat suku batak karo yang artinya kakak/adik), aku balas melambaikan tangan dan berniat mengejar dia. namun yah, aku tidak mampu karena dia sudah berada jauh di depanku. Namun dari situ semangatku tumbuh lagi, aku yakin aku bisa.

Disaat kaki dan tangan ini terus melangkah dan merangkak, aku melihat bang Hendri dan bang Aan sedang istirahat, aku berniat menyusul mereka karena air putih yang mereka bawa terlihat sangat menggiurkan sekali. Aku mempercepat langkahku, namun sebelum aku sampai mereka sudah kembali berjalan. Dengan gontai aku pun berjalan lagi, dan ya tidak begitu lama mereka istirahat lagi dan dengan semangat aku pun mengejar mereka. aku memanggil mereka, dan mengatakan haus...
ahh rasanya, saat itu aku seperti seekor anjing yang tengah bermain dengan majikanku, jika aku berhasil maka aku mendapatkan hadiah.
demi seteguk air putih....

aku tidak tau energi datang dari mana, aku terus melangkah hingga beberapa teman jauh aku tinggalkan di bawahku, saat itu aku merasa letih namun tekatku mengatakan ayoooo... kalo kamu kebanyakan istirahat puncak yang sudah di depan mata mu itu tidak akan bisa kamu gapai.
aku pun terus merangkak, berjalan selangkah demi selangkah...
aku tau aku bisa, hanya itu yang ada di kepala ku.

dengan terseok-seok, aku terus berjuang..
kekuatan untuk tetap berjuang aku dapat dari kata-kata yuk mai humairah "jangan pernah batasi kemampuanmu"

aku bisa,,,, aku bisa,,,,, aku bisa,,,, kata-kata itu bagai mantra yang akhirnya mengantarkan aku ke puncak mahameru...

dan akhirnya aku pun berdiri gagah di puncak mahameru, melihat indonesia yang sangat kucintai dari tanah tertinggi di pulau jawa..
wanita pertama dari team gengges yang akhirnya berhasil mengalahkan egonya untuk sampai ke puncak.

Tanpa terasa air mata ku pun jatuh, namun segera aku hapus karena aku malu terlihat oleh teman-teman yang lain. Sambutan pertama aku dapat dari Bangkir, ucapan selamat aku dengar bertubi-tubi dari teman-temanku dan dari beberapa orang lain yang berhasil menapaki puncak semeru yang gagah, mahameru.
aku tidak perduli pada tampilanku saat itu, meski pipiku penuh debu, hidungku menghitam dan ingus mengering di bawah hidung, aku tak perduli karena yang kutau aku telah berhasil, aku tidak pulang membawa hutang.
berhasil..berhasil..horeee (dora the explorer)

kali ini, aku tidak iri lagi pada semangat milik awal..
karena aku juga masih mempunyai semangat yang berkobar seperti dia.

Saat itu yang tersisa adalah rasa haru yang begitu besar membuncah dari dalam hatiku, aku mencintai negeri ini. aku tidak pernah menyesal dilahirkan di negeri ini meskipun negeri ini tempat berkumpulnya para bedebah.
Bagiku negeri ini adalah Heavenesia, dan aku tidak mungkin menyesal dilahirkan di tanah surga.

Dan terimakasih Tuhan, ciptaan mu yang luar biasa ini menambah kecintaanku terhadapmu, sang penciptanya...

agak mengecewakan karena aku tidak menemukan nisan in memoriam " soe hok gie" sang motivator terbesar ku dalam mencintai alam yang indah ini, dalam mencintai heavenesia ini, motivator yang membuat aku menjadi salah satu pioner sispala di sekolah ku, motivatior yang membuat aku akhirnya bergabung di organisasi pecinta alam "MASOPALA" di kampusku.

Namun, Aku bahagia..
cita-cita lama ku, menantang angin mahameru kini telah tercapai..
dan aku berhasil menantang angin itu dan memenangkan pertarungan ego itu.

Terimakasih mahameru, telah mengantarkanku pada persaudaraan yang begitu indah..
Terimakasih teman, untuk persahabatan tanpa syarat yang kalian tawarkan..
Terimakasih untuk setiap tetes air, dorongan semangat, canda dan tawa yang telah kalian berikan..

Terimakasih Adi sudah mengenalkanku kepada Awaliyah, Dini, Andri, A.sofyan, Mb Fei, Mb Hani, Mb Ela, Mb Cum, Mb Vita, Bg Hendri, Bg Aan, Bg Kirno, Bg Yoda, Bg Saman, Babe Yaseen, Rahel, Satrio, Andra, Jojo, Dicky, Bg Hadi, Bg Qenny, Bg Kirno, Frans, Bg Hantoro, Bg agung, Bg uyung, Cholil dll...
Dan terimakasih turang R & R ku Firman barus, urus cuti lagi and let's nge gembelpacker lagi.,..

Dan tidak pernah aku lupa quotes milik Sang motivator, SOE HOK GIE ....

“Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.”


Teams, we're rock....


Congratulations kita di ketinggian 3.676Mdpl



Jumat, 15 Agustus 2014

Posted by nevayana surbakti in | 02.12 No comments
Ini pertama kalinya aq mulai nge-blog lagi setelah lulus SMA, dan itu kira-kira 8 tahun yang lalu...
widihhh, kalo ngelahirin anak mungkin usia segitu anak ku udah kls 3SD kali ya.
ga tau kenapa tiba-tiba aq kangen ngeblog lagi, setelah aq lupa sama e-mail alay dan pasword yg dlu, akhirnya aq buat akun gratisan baru lagi. *oke ini bukan sesi curcol dan bukan jadi satu pembuktian kalo aq suka sama sesuatu yg gratisan.

Berawal dari iseng lihat-lihat jadwal 'Next Trip' BPI, Ga tau lah ya dari sebegitu banyak jadwal trip yg oke-oke bgt aq malah tertarik dengan trip ke pulau harapan yang di posting oleh gadis mungil yg ga bisa berhenti nyengir kalo lihat kamera, sebut saja dia 'cabe merah' eh rara dink.

Finally, aq Invite tuh pinnya si cabe merah dan bla..bla... aku daftar buat jadi peserta. pertama kalinya aq di invite ke group BBM, aku sempet keder juga karena aq fkir mereka masih muda-muda bgt krn dr obrolan di group, mereka itu ngomongnya gaya2 anak alayers jaman skrg. Sempet niat buat 'Muntaber' juga sih saat itu. dannnnnnnn, ada kabar baik karena ada 1 org ngundurin diri. tanpa babibu aq langsung ajak partner all in ku, si erik dan dia langsung OKE in. langsung aja aq booking seat buat dia dan legaaaaa ternyata aku bukan yg paling tuir.
selidik punya selidik *ceileee , ternyata kita smua rata-rata seumuran.
cukup prolognya.

Hari pertama, 09 agustus 2014

Aq brangkat jam 03.00 pagi via blue bird bareng cabe merah, ika aurel anaknya lanang hermansah dan papa raul lemes, dan dely.  kita diajak muter-muter dah tu sama sopir taxinya, biarlah ya namanya juga dia lagi mengais rezeky (padahal dalam hati keselll ). sekitar pukul 05 lebih-lebih brapa dah ya kita sampe di angke dan langsung menuju pom bensin.

rencana awal kita berangkat bersepuluh, rara, ika, devi, nina, gw, erik, ka'abed, dely, yogi, dan pandi. *maaf gaiss nama kalian ga aq sensor, sengaja sih yakk.. :p
ternyata rombongan tangerangers kurang 1 makhluk, si nina. jadilah kami berangkat ber-9. mepo di pom bensin muara angke.

setelah personil dirasa sudah lengkap, berangkatlah kita menuju kapal 'raja mas'. di dalam kapal keadaan sangat mencengangkan, terlihat seperti pengungsi gunung sinabung :'( dan harus bisa rebutan oksigen. luar biasa ibu perjuangan anakmu di trip kali ini.
pesan saya, jika ingin nge trip ke wilayah kepulauan 1000 dengan menggunakan kapal umum bawalah bantal, kasur dan selimut *loh.

sekitar 3.5 jam perut kita diguncang-guncang ombak laut, akhirnya kita pun touchdown di pulau harapan. Nyampe di homestay kita disambut dengan menu makan siang yang enaknya.. ah sudahlan, kalo lapar apapun rasanya jadi 10x lipat lebih enak.

setelah makan siang dan istirahat sejenak, kita pun bersiap untuk mengeksotiskan warna kulit ke tengah lautan nun jauh disana...
aku lupa kita ke daerah apa, yang pasti saat snorkling pemandangan bawah lautnya widihh ajib dah. *terserah mau anggep aq katrok atau whatever lah, ini pengalaman snorkling perdana ku saudara-saudara setanah air dan sebangsa. dalem hati ga berenti-berenti aq nyebut nama allah, ngucap syukur karena kagum bgt sama ciptaan-Nya dan diberi kesempatan untuk menikmati ciptaannya secara langsung.





Masih bnyak yang mau aq celotehin disini, tapi dr td aq dilirik-lirik sama manager. Oke jujur aq pake fasilitas kantor tapi bener, aq bukan org dengan mental gratisan. hanya saja aq memanfaatkan apa yg sharusnya ku manfaatkan. :p

Dan ga jemu2 nya aq sejak dulu, membenarkan kata-kata soe hok gie ini selalu di dalam hati..
"Now I see the secret of making the best person : is it grow in the open air and to eat and sleep with the earth".

bersambung aja dah, ngopi dulu... :D

Search

Bookmark Us

Delicious Digg Facebook Favorites More Stumbleupon Twitter